Bagaimana Cara Memilih Bahan Meja yang Tepat untuk Lab Saya?

Meja laboratorium dan meja kerja merupakan area yang umum digunakan di laboratorium. Selain resin epoksi hitam yang umum digunakan di banyak laboratorium, ada lebih banyak pilihan yang tersedia. Materi yang benar bergantung pada jenis eksperimen atau pekerjaan yang Anda lakukan setiap hari. Apakah permukaannya harus tahan terhadap zat kimia, cairan, atau api terbuka? Trennya adalah menggunakan warna reflektif, yang akan mengurangi pencahayaan buatan dan membuat lab Anda lebih terang. Berikut beberapa opsi untuk dipertimbangkan:

meja-dengan-laci-baja tahan karat

Keuntungan Meja Lab Stainless Steel:

Baja tahan karat adalah bahan tidak berpori yang tidak memungkinkan apapun menembusnya. Ini dibuat untuk laboratorium steril karena tidak memungkinkan tumbuhnya jamur, bakteri, atau jamur. Ia juga memiliki ketahanan kimia dan ketahanan panas yang tinggi, mampu menahan suhu hingga 1.500°F. Itu dapat memenuhi persyaratan kebersihan area steril. Di tempat-tempat yang memerlukan larutan pembersih keras, selalu gunakan baja tahan karat 316.

Pertimbangan:

Bahan ini rentan tergores dan tidak tahan terhadap pemutih, karena akan mengeluarkan nikel dan menyebabkan lubang.

meja-laboratorium-epoksi-resin

Keuntungan Meja Lab Epoxy Resin:

Resin epoksi memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap hampir semua asam, basa, pelarut, serta jamur, jamur, dan bakteri. Ia memiliki ketahanan suhu tinggi hingga 350°F dan ketahanan yang baik terhadap kekerasan fisik biasa. Ada beberapa warna yang tersedia tergantung pemasoknya, antara lain hitam, abu-abu, batu tulis, putih, dan coklat.

Pertimbangan:

Ini adalah produk yang dituangkan dan tidak dapat dengan mudah dimodifikasi di tempat; misalnya, pengeboran mungkin sulit. Ini juga rentan terhadap goresan dan memiliki ketahanan benturan yang buruk dibandingkan dengan meja resin fenolik atau meja baja tahan karat.

Keuntungan Meja Lab Resin Fenolik:

Untuk laboratorium yang bekerja dengan bahan kimia tingkat menengah, resin fenolik harus dipertimbangkan. Meja lab resin fenolik bermanfaat untuk penggunaan gas klorin dan tidak mengubah warna. Bahan-bahan ini sangat ringan, memiliki daya tahan tinggi dan kemampuan proses di lokasi, serta memiliki ketahanan terhadap korosi dan bahan kimia. Ia juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap jamur, bakteri, dan kelembapan, serta tahan terhadap benturan. Ini dapat menahan suhu hingga 350°F. Ada beberapa warna dan pola untuk dipilih.

Pertimbangan:

Kebanyakan varietas tidak tahan api, sehingga tidak disarankan untuk digunakan di dekat api terbuka.

Keuntungan Meja Lab Keramik:

Meja keramik sebagian besar terbuat dari bahan silikat alami, dengan perlakuan permukaan kaca khusus, dan dibakar pada suhu tinggi. Meja keramik sangat tahan terhadap korosi yang kuat, memiliki ketahanan api yang baik, dan memiliki ketahanan gores yang lebih tinggi dibandingkan batu. Mereka memiliki kelebihan seperti tidak menyerap kelembapan, tidak berubah bentuk, dll. Ketahanan suhu tinggi jangka panjang dapat mencapai 600 derajat Celcius, cocok untuk digunakan dalam berbagai kondisi eksperimen khusus.

Pertimbangan:

Tidak tahan terhadap asam fluorida, ukurannya terbatas.

Keuntungan Meja Blok Daging:

Balok daging terbuat dari kayu kokoh, biasanya kayu maple keras. Bagian atas meja kerja ini sangat umum di banyak fasilitas pengujian fisik atau laboratorium makanan. Blok daging mudah diperbaiki jika rusak. Salah satu penerapan penting bahan ini adalah pada peralatan pengujian berdampak tinggi.

Pertimbangan:

Kayu sangat berpori, sehingga tidak tahan terhadap bahan kimia dengan baik. Ini juga dapat menjadi sarang bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar.

Keuntungan Meja Laminasi Tekanan Tinggi:

Di area kering yang penggunaan bahan kimianya terbatas, jika Anda mencari sesuatu yang memudahkan anggaran Anda, meja laminasi bertekanan tinggi bisa menjadi pilihan.

Meja laminasi tersedia dalam berbagai warna dan pola serta memiliki tingkat ketahanan terhadap korosi kimia. Mereka biasanya digunakan untuk aplikasi ESD (disipasi elektrostatik).

Pertimbangan:

Meskipun dapat menahan suhu hingga 275°F, bahan ini tidak tahan lembab, tahan jamur, atau tahan bakteri.

Bahan Batu dan Permukaan Padat:

Ini tidak dapat memberikan ketahanan panas dan ketahanan kimia yang cukup, sehingga tidak direkomendasikan untuk penggunaan laboratorium biasa.

Produk-produk terkait

meja-baja tahan karat-dengan-kabinet
meja kamar bersih-baja tahan karat
pekerjaan kasus-lab-kerja-kayu
bangku laboratorium resin fenolik
bangku laboratorium baja